Wednesday, 3 January 2018

Pura Goa Lawah- Pura unik di goa kelelawar

Wisata Unik Bali.com
Pura Goa Lawah Klungkung Bali

Pura Goa Lawah Klungkung Bali- Bali menyimpan beragam pesona dan keunikan. Kita juga belum sangat paham betul apa maksud dari leluhur Bali mendesign Bali dengan sedemikian rupa dari adat, budaya, kesenian, dan tempat-tempat religi yang berada di Bali. 

Berbicara masalah keunikan, banyak tempat wisata di bali yang unik seperti:


Salah satu pura Sad Khayanga memiliki keunikan yaitu tempat hidup dan berkembangnya ribuan kelelawar, pura tersebut bernama Pura Goa Lawah. Goa artinya gua dan lawah artinya kelelawar. Pura atau pelinggih yang dibangun di mulut gua yang berisi ribuan kelelawar sebagai tempat pemujaan terhadap manifestasi Tuhan sebagai penguasa laut. 

Suasana alam dapat kamu rasakan dengan mendengar suara-suara kelelawar yang berada di sana. Umat Hindu Bali banyak yang berkunjung ke sana untuk melaksanakan persembahyangan, namun pura tersebut juga dibuka untuk umum sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Klungkung. Wisatawan domestik dan wisatawan asing juga banyak yang berkunjung ke sana, namun untuk memasuki areal pura, pengunjung wajib mengenakan kamen atau sarung beserta selendang, ada larangan memasuki kawasan suci bagi perempuan yang sedang datang bulan. 

Konon di dalam Goa tersebut selain dihuni oleh ribuan kelelawar, juga dihuni oleh sepasang ular besar yang menjaga Goa tersebut. Sepasang ular ini katanya adalah Ular Jantan dan Ular betina. Pernah dulu ada ‘Jero Mangku’ (Orang suci yang memimpin jalannya upacara) bertemu dengan kedua ular tersebut saat melakukan persembahyangan di pura goa lawah ini.



Wisata Unik Bali.com
Ribuan kelelawar di Pura Goa Lawah


Dekat dengan Pura Goa Lawah terdapat pantai yang indah, tersedia juga warung-warung untuk sekedar bersantai di areal parkir pura setelah mereka melakukan atau sebelum mereka melakukan persembahyangan di Pura Goa Lawah. 

Lokasi Pura Goa Lawah

Pura Goa Lawah terdapat di Jl. Raya Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Jarak yang cukup dekat dari Kota Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 34 kilometer atau memakan waktu kurang dari 1 jam perjalanan jika ditempuh melalui Jalan By Pass Prof. Ida Bagus Mantra. 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pura Goa Lawah, silahkan lihat peta di bawah ini sebagai penunjuk arah menuju ke sana. Happy Travelling.. ☺








Thursday, 21 December 2017

Sangeh Monkey Forest

wisataunikbali.com
Sangeh monkey forest

Sangeh- Salah satu provinsi di Indonesia yang sangat terkenal memiliki segudang objek wisata indah adalah Bali. Keindahan objek wisata, budaya dan sejarah Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan Internasional. Saking banyaknya objek wisata yang ada di Bali, mungkin ada beberapa objek wisata yang jarang diketahui, salah satunya adalah Sangeh Monkey Forest.

Sesuai dengan namanya yaitu Sangeh Monkey Forest adalah tempatnya monyet-monyet. Ada juga monkey forest yang lain seperti Pura Luhur Uluwatu, namun bukan monyetnya yang menjadi tujuan utama kalau wisatawan berkunjung ke Uluwatu. Berbeda dengan sangeh, monyet-monyet dan hutan yang luas serta indahlah yang menjadi tujuan para wisatawan untuk mengunjunginya disamping itu juga ingin melihat salah satu pura suci yang berada di sana. 

Sangeh merupakan saksi akan kebesaran dan kejayaan Kerajaan Mengwi. Bukti lain selain sangeh adalah adanya Pura Taman Ayun yang merupakan tempat peristirahatan untuk Raja Mengwi. Orang-orang dari dulu  mengatakan bawha Pura Bukit Sari ini didirikan oleh putra angkat Raya Kerajaan Mengwi pada abad XVII yang bernama Cokorda Sakti Blambangan. Putra angkat tersebut bernama Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti.

Konon katanya, awal muasal Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakit ini mendirikan pura Bukit Sari disebabkan oleh adanya bisikan halus (wahyu) yang dia dapatkan. Beliau dititahkan untuk mendirikan pura di hutan Sangeh. Setelah didirkan, Pura Bukit Sari terus dijaga dan dijadikan tempat beribadah bagi masyarakat sekitar.

Badbad Mengwi menerangkan cerita mitologis mengenai Pura Bukit Sari ini. Putri Ida Batara di Gunung Agung dikabarkan sangat ingin untuk dipuja di Kerajaan Mengwi. Hutan pala yang berada di Gunung Agung, tempat dimana Putri Ida Batara Gunung Agung tinggal, pindah secara misterius pada malam hari.

Penduduk yang berada di sekitar Desa Sangeh melihat p
erjalanan pohon-pohon pala ini. Pohon-pohon ini tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Mengwi Itulah yang menyebabkan hingga saat ini terus menetap di Desa Sangeh.

Kata Sangeh berasal dari dua suku kata lagi, yaitu sang yang artinya orang dan ngeh yang artinya melihat atau sadar. Jadi sangeh adalah suatu tempat dimana orang melihat pohon -pohon pala yang berjalan sendiri kemudian pohon-pohon tersebut terdiam setelah dilihat orang. 

Konon Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti (putra angkat Raja Mengwi pertama), menemukan bekas bangunan pelinggih di Desa Sangeh sekitar pohon-pohon pala. Cokorda Sakti Blambangan (Raja Mengwi Pertama) memerintahkan untuk membangun kembali pura dan pada akhirnya diberikan nama Pura Bukit Sari. Di Pura Bukit Sari, yang dipuja adalah Ida Batara Gunung Agung serta Batara Melanting.

Daya Tarik Sangeh

Ada beberapa daya tarik di Sangeh ini, antara lain:
Hutan Pala dan Pohon Lanang Wadon

Hutan yang memiliki luas sekitar 14 hektar dengan jenis pohonnya adalah pohon pala memiliki ketinggian rata-rata 50 meter. Konon pohon pala ini tidak dapat tumbuh selain di sangeh dan di tempat asalnya yaitu Gunung Agung. 

Nah ada hal unik lainnya di antara pohon-pohon sangeh. Ada dua pohon yang bentuknya menyerupai kelamin manusia. Pohon tersebut bernama pohon lanang yang artinya laki-laki dan wadon yang artinya perempuan.

Pura Bukit Sari

Pura yang terletak di tengah-tengah hutan sangeh ini dengan jalan lurus sebagai penghubung pintu menuju pintu pura tersebut menjadi pemandangan indah ditenga-tengah hutan ( dapat dilihat seperti gambar paling atas). Pura ini dibangun karena wahyu yang diterima oleh sang Raja sebagai tempat memuja Ida Bhatara yang berada di Gunung Agung. 

Monyet

Namanya saja Monkey Forest, pasti saja banyak terdapat monyet-moyet yang berkeliaran bebas. Banyak wisatawan yang sengaja datang untuk berfoto dengan monyet-monyet tersebut, namun perlu tetap waspada akan keusilan monyet-monyet yang masih sangat liar. 

Untuk mengindari keusilan monyet-monyet tersebut, jangan membawa barang-barang berharga seperti perhiasan dan jaga barang bawaan dengan baik seperti tas, dompet, hand phone. 

Jika barang bawaan anda telah diambil oleh monyet-monyet ini, usahakan untuk memberikan makanan seperti kacang atau pisang kepada monyet yang sedang memegang barang bawaan anda. Hal tersebut agar barang bawaan bisa dilepas oleh monyet tersebut, karena monyet itu lebih memilih pisang atau kacang. Tapi terkadang ada juga monyet yang tidak mau melepas barang bawaan anda, namun tetap saja mengambil pisang atau kacang tersebut. Kalau sudah seperti itu sebaiknya anda terus-menerus berusaha hingga bisa mendapatkan barang bawaan anda.

Patung Kumbakarna

Patung Kumbakarna yang direbut oleh monyet  menjulang tinggi dibangun disangeh sebagai perlambang kekuatan monyet-monyet saat menyerang Negeri Alengka untuk membantu Rama dalam mengalahkan kebatilan. Rama sendiri adalah penjelmaan Tuhan ke Dunia sebagai Awatara untuk menjaga Dunia tetap seimbang, menumpas kebatilan dan menegakkan Kebaikan. 

Tempat Prewedding

Sangeh dengan pemandangan yang alami dan asri cocok digunakan sebagai tempat prewedding. Sudah banyak orang yang melakukan prewedding di Sangeh ini.




A post shared by yan jontor (@yan_jontor) on



Lokasi Sangeh


Objek wisata Sangeh Bali ini terletak di Kabupaten Badung, Bali, tepatnya di desa Sangeh kecamatan Abiansemal, berada di seberang jalan ke Pelaga. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Denpasar, hanya perlu menempuh kurang lebih 22 km perjalanan dari pusat kota Denpasar hingga tiba di Sangeh Monkey Forest ini yang biasanya menghabiskan waktu rata-rata kurang lebih 45 menit. Lokasi dari wisata Sangeh ini cukup dekat dengan Pura Taman Ayun di kecamatan Mengwi, jadi jika berwisata ke Sangeh bisa melanjutkan melihat keindahan Pura Taman Ayun. Lebih jelasnya mengenai letak Sangeh bisa dilihat pada Google Map di bawah ini.

Saturday, 2 December 2017

Goa Gajah yang sering disebut Elephant Cave, wisata bersejarah di Bali

Goa Gajah
Foto: Destinasi Wisata Bali

Goa Gajah- Bali memiliki keindahan dan keunikan Alam dan Baudaya, keunikan budaya dapat dilihat dari segi arsitekturnya. Situs-situs bersejarah di Bali sengaja dijaga dan dilestarikan degan tujuan untuk mengetahui perkembangan orang Bali pada khususnya. Situs sejarah tersebut dapat pula menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang berlibur ke Bali.

Salah satu objek wisata sejarah yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan adalah Goa Gajah. Hampir setiap hari Goa Gajah dikunjungi oleh wisatawan berhubung tempat ini memang sangat unik dan menyimpan nilai sejarah yang begitu besar. 

Mengapa di sebut dengan Goa Gajah, padahal saat berkunjung ke sana tidak ada satupun gajah berada di sana? Asumsinya adalah Goa adalah sebuah lubang yang sengaja dibuat pada sebuah bukit atau tebing, sedangkan binatang gajah adalah binatang dengan ukuran tubuh besar. Goa Gajah diasumsikan sebagai lubang yang dibuat dengan ruang didalamnya luas. 

Goa Gajah terdiri dari dua komplek,  merupakan warisan ajaran siwa budha, bukti peninggalan ajaran siwa yang  berada di komplek bagian utara adalah adanya tri lingga dan patung Ganesha di dalam gua. Di kolam pemandian atau pentirtaan terdapat arca Widyadara dan Widyadhari. Arca Widyadhari pancuran ini terdapat enam buah. Tiga berjejer di bagian utara dan tiga di bagian selatan. Arca bidadari ini diletakkan di atas lapik teratai atau padma. Padma adalah simbol alam semesta stana Hyang Widhi. Sedangkan arca Widyadara berada di tengah keenam Widyadhari. Hal ini berdasarkan konsep Sapta Nadi yaitu tujuh sungai suci Gangga, Sindhu, Saraswati, Yamuna, Godawari, Serayu dan Narmada. 

Sedangkan peninggalan ajaran Budha berada di komplek bagian selatan dengan adanya stupa Buddha dalam sikap Dhyani Buddha Amitabha bersusun 13 stupa dan stupa bercabang 3 yang dipahat dibatu besar.


Mulut Goa hanya cukup untuk satu orang jika kamu berniat ingin masuk ke dalam. Di dalam goa sudah ada penerangan agar kamu dapat melihat isi didalam goa. Bentuk bagian dalam goa seperti huruf T, memiliki tinggi sekitar dua meter. Tempat ini dijadikan sebagai salah satu tempat suci oleh umat hindhu di Bali, maka diberi nama sebagai Pura Goa Gajah. 


Lokasi Pura Goa Gajah

Goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali dengan jarak tempuh sekitar 27 kilometer dari Kota Denpasar dan dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jika kamu belum mengetahui lokasi dari Goa Gajah, dapat kamu gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arahnya. 

Sunday, 19 November 2017

Pura Luhur Uluwatu- Sejarah, daya tarik dan lokasinya

wisataunikbali.com
Pura Luhur Uluwatu
Pura Uluwatu- Berbicara tentang Pulau Dewata Bali tidak hanya pada keindahan pantai saja, nuansa alam dan religius memang sangat kental di Pulau Seribu Pura ini. Keindahan alam dan kearifan lokal lainnya menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali. 

Belum diketahui pasti apa tujuan dibuatnya pura-pura di tempat-tempat tinggi dan tempat yang kadang sulit untuk di jangkau, yang pasti leluhur umat hindu di Bali memiliki tujan yang baik dengan dibangunnya pura di lokasi-lokasi tertentu. 

Seperti salah satu pura yang termasuk dalam kategori Pura Sad Kahyangan yang terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali ini di bangun di suatu tebing tinggi di atas permukaan laut. Terkesan ekstrim namun kalau dinikmati akan menghadirkan suasana yang mengagumkan pada pengunjungnya. 

Pura tersebut bernama Pura Luhur Uluwatu. Kata Uluwatu terdiri dari kata Ulu yang artinya kepala atau atas, sedangkan watu artinya Batu. Jadi pura Uluwatu artinya Pura yang dibangun di atas tebing batu. 

Pura Uluwatu adalah tempat suci yang digunakan sebagai tempat memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Rudra, namun Pura ini juga berfungsi sebagai Objek Wisata. Walaupun berfungsi sebagai objek wisata, namun wisatawan tetap wajib menghormati tata tertib yang berlaku demi menjaga kesucian Pura Luhur Uluwatu. 

Sejarah Pura Uluwatu

Berdirinya Pura Uluwatu berkaitan erat dengan kedatangan dua Maha Rsi dari Pulau Jawa, Beliau adalah Mpu Kuturan dan Dang Hyang Niratha. Mpu Kuturan adalah Rsi yang pertama kali datang ke Pura Uluwatu ini yaitu pada abad ke 11. Beliau mengajarkan tentang Desa Adat dan segala aturannya. Kemudian pada akhir tahun 1550 datanglah Maha Rsi Suci yang bernama Dang Hyang Niratha dan mencapai moksha atau istilah Balinya Ngeluhur ( menuju ke atas) sehingga pura ini bernama Pura Luhur Uluwatu.

Daya Tarik

Menikmati keindahan laut dari tebing tinggi adalah satu daya tarik yang dapat kamu temukan di Pura Uluwatu. Nuansa alami dengan rindangnya pepohonan dan adanya monyet-monyet liar sebagai pelengkap keindahan alam di Pura Uluwatu. 

Waktu yang di tunggu-tunggu adalah kala sore hari, kamu dapat menikmati indahnya sunset sembari menyaksikan Kecak Dance. Bisa ngebayanginnya bukan betapa indahnya suasana di Pura Luhur Uluwatu? Pura Luhur Uluwatu menjadi salah satu top list kunjungan wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara ketika berlibur ke Bali. 

Lokasi Pura Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu terletak di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Waktu yang kamu perlukan untuk sampai di pura Uluwatu dari Bandara Ngurah Rai adalah sekitar 30 menit kalau tidak terhalang oleh kemacetan. 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pura Uluwatu namun belum mengetahui lokasinya, dapat kamu gunakan peta di bawah ini sebagai petunjuk arahnya.



Monday, 23 October 2017

Sawah Terasering Tegalalang Ubud

wisataunikbali.com
Sawah Terasering Ubud
Ubud- Pesona alam Bali memang tidak usah diragukan lagi, keindahan pantai, air terjun, bukit dan objek wisata alami maupun objek wisata yng sengaja dibuat sebagai penunjang objek wisata alam yang ada di Bali. 

Dahulu sebelum Bali di serbu oleh modernisasi dan pesatnya industri pariwisata, alam Bali masih sangat natural dengan adanya hamparan sawah yang begitu luas. Maklum saja kalau dulu mata pencaharian sebagian besar masyarakat Bali adalah sebagai petani. 

Semakin lama eksistensi lahan persawahan semakin berkurang, dengan ditanamnya beton-beton sebagai penyangga perekonomian di Bali seiring pesatnya perkembangan dunia pariwisata. 


Tetapi jangan khawatir, lahan persawahan masih tetap dipertahankan sebagai penunjang kebutuhan masyarakat Bali dalam memenuhi kebutuhan pokoknya terhadap pangan. 

Seperti kata pepatah di bawah ini:
"Sambil menyelam minum air"
Lah... apa kaitannya antara lahan persawahan dengan pepatah di atas?

Tentu ada..

Di Desa Tegalalang Ubud, lahan persawahan tetap dijaga kelestariannya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat setempat dan juga dimanfaatkan sebagai objek wisata alam. Objek wisata ini sudah terkenal ke manca negara lho.. 

Wisatawan yang berkunjung ke Bali, banyak yang memasukan objek wisata terasering tegalalang ini dalam list liburan mereka, bahkan Barrack Obama sendiri ke datang ke Bali ingin menikmati keindahan dan kesegaran alam di objek wisata ini. keren ga bro?

Sama seperti Desa Jatiluwih, di Desa Tegalalang Ubud ini juga memakai sistem pengairan subak, karena memang sistem subak berlaku untuk pengairan sawah-sawah yang ada di Bali. Struktur persawahannya juga berbentuk terasering atau berundak agar memudahkan sistem pengairannya. 




wisataunikbali.com
Anjungan di Desa Tegalalang 

Populernya objek wisata alam di Ubud ini, membuat para investor beramai-ramai membangun sarana penunjang objek wisata seperti hotel, penginapan dan restoran. Ada ide kreatif lain sebagai penyalur hobi dari wisatawan yang berkunjung untuk menikmati keindahan hamparan sawah yang berundak adalah dibangunnya anjungan sebagai tempat spot-spot untuk berfoto seperti foto di atas. 

Siapa coba yang tidak mau mengabadikan moment indah saat berkunjung ke objek wisata yang begitu populer di Bali bahkan di manca negara? kebetulan di Bali sedang getol-getolnya dibangun tempat-tempat untuk berselfie ria untuk pengunjung.

Lokasi Desa Tegalalang

Objek wisata ini berjarak kurang lebih 20 menit dari Ubud dan berjarak sekitar 1 hingga 1,5 jam dari Kota Denpasar. 

Bagaimana? penasaran ingin mengunjungi dan melihat keindahan pemandangan sawah di Desa Tegalalang? disarankan agar mengunjungi objek wisata ini pada sore hari agar terik mentari berkurang dan tidak mengurangi rasa nyaman kamu saat berada di objek wisata ini. 

Namun jika kamu masih belum mengetahui lokasi objek wisata ini, kamu dapat menggunakan peta di bawah ini sebagai bantuan dalam mencarinya. 

Happy travelling guys.. ☺



Saturday, 9 September 2017

Desa Lemukih-Wisata kekinian dengan back ground rice terrace


Wisata Unik Bali.com
Desa Lemukih
Desa Lemukih- Bali memang menjadi gudang bagi objek wisata yang indah dan dapat memanjakan mata para wisatawan yang mengunjunginya. Masih banyak potensi-potensi wisata di Bali yang perlu dikembangkan untuk menambah asset daerah dan tentunya menjadi obat tambahan bagi pecinta travel. 

Berbicara tentang pengembangan objek wisata, Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng melirik potensi wisata Danau Buyan dan Danau Tamblingan yang sudah dikenal oleh masyarakat umum, namun perlu juga dibuatkan "bumbu" sebagai penyedap objek wisata tersebut dengan membuat ayunan dan anjungan sebagai tempat spot foto bagi wisatawan yang berada di sana.

Tak mau kalah dengan Desa Wanagiri, salah satu desa yang juga terletak di Kabupaten Buleleng membuat "bumbu" penyedap bagi potensi wisatanya. Desa tersebut adalah Desa Lemukih. Potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Lemukih (disebutkan hanya dua saja) yaitu air terjun dan rice terrace. 

Tak hanya Desa Jatiluwih dan Ubud saja yang memiliki keindahan pemandangan sawah, Kabupaten Buleleng juga memiliki keindahan pemandangan sawah di Desa Sambangan dan Desa Lemukih itu sendiri.

Terletak di kawasan perbukitan, luasnya hamparan sawah yang berundak dan banyaknya pohon-pohon besar membuat suasana Desa Lemukih menjadi sejuk. Kondisi tersebut sangat mendukung bagi traveler yang hobi dengan keindahan, kesejukan dan tantangan. mengapa disebut tantangan? dikarenakan objek-objek wisata di Desa Lemukih memerlukan tenaga yang ekstra untuk mencapainya.


Wisata Unik Bali.com
Rice Terrace Desa Lemukih
"Bumbu" penyedap untuk objek wisata yang dimaksudkan adalah kreativitas warga Desa Lemukih untuk membuat desanya menjadi lebih menarik. Layaknya sebuah makanan seperti kentang atau jagung, tanpa bumbu pun sudah bisa dimakan dan bermanfaat, apalagi ditambah dengan bumbu penyedap yang lain, akan bertambah bukan rasanya?

Kreativitas tersebut adalah sebuah ayunan yang sering digunakan oleh wisatawan sebagai tempat bersantai bahkan menjadi tempat spot foto menarik dengan latar perbukitan dan hamparan sawah. 

Bagaimana? merasa tertarik ingin segera melihat keindahan Desa Lemukih sambil berfoto-foto dengan latar alam yang mengesankan, segera ajak teman-temanmu untuk berkunjung ke Desa Lemukih. Seperti yang telah disebutkan tadi kalau masih ada objek wisata lain di Desa Lemukih yaitu objek wisata air terjun. 


Lokasi Desa Lemukih

Desa Lemukih terletak di Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali. Untuk menuju Desa lemukih, dapat ditempuh melalui dua jalur tergantung dari mana kamu datang. Kalau kamu datang dari Denpasar dan melalui Jalan Denpasar-Singaraja, setelah melewati Danau Buyan kamu akan menemukan pertigaan lalu belok kekiri (ada papan penunjuk jalan yang akan menuju air terjun sekumpul) dan jika kamu datang dari Lovina menuju arah Karangasem, sampai di pertigaan Desa Bungkulan menuju desa Jagaraga belok kekiri dan terus lurus. 

Untuk membantu kamu dalam menemukan lokasi Desa Lemukih, dapat kamu gunakan peta dibawah ini sebagai penunjuk arahnya: 



Monday, 4 September 2017

Hidden Canyon Beji Guwang- Cantik tapi menantang

Wisata Unik Bali.com
Hidden Canyon
Hidden Canyon- Bali memiliki banyak objek wisata, mulai dari pantai, bukit, pura dan air terjun. Bagi kamu yang suka dengan objek wisata yang menantang, kamu dapat mengunjungi objek wisata air terjun yang berada di Bali, tetapi tahu kah kamu ada objek wisata unik di Bali yang cocok juga buat kamu yang hobi dengan wisata menantang. Objek wisata tersebut terletak di Kabupaten Gianyar, berdekatan dengan Pasar Kesenian Sukawati.

Objek wisata yang terbentuk dari proses erosi pada aliran sungai secara alami membentuk sebuah ngarai atau disebut dengan Canyon nan eksotik. Kata "Guwang" berasal dari Bahasa Bali yang berarti suci. Berhubung letaknya tersembunyi maka dari itu ngarai ini bernama Hidden Canyon sedangkan kata Beji tersebut dikarenakan di dekat ngarai tersebut terdapat sebuah pura yang bernama Pura Beji. 

Sebelum dijadikan objek wisata, ngarai ini dulu digunakan oleh warga sekitar sebagai tempat untuk memancing ikan. Objek wisata ini menjadi viral setelah seorang fotografer asal klungkung mengunggahnya ke internet. Aliran sungai dengan tebing-tebing bermotif cekungan yang indah panjangnya sekitar 700 meter. 



Untuk mengurangi risiko slip ketika melewati aliran sungai ini, dianjurkan kepada wisatawan untuk melepas alas kakinya. Hal tersebut merupakan salah satu tantangan untuk melewati canyon tersebut. Tantangan berikutnya adalah wisatawan melewati batu-batu besar yang berada di sungai tersebut karena tekstur bebatuan sungai tidaklah rata. Memanjat dan melompat di tebing dengan ketinggian sekitar 20-30 meter adalah aktivitas wisatawan yang akan selalu dilakukan ketika melewati aliran sungai.

Tidak semua waktu digunakan untuk melompat dan memanjat bebatuan guys..

Pemandangan canyon yang eksotis dapat kamu manfaatkan untuk berfoto-foto ketika berada di Hidden Canyon Beji Guwang ini guys. 


Berfoto di Hidden Canyon

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Hidden Canyon ini karena merasa penasaran dengan keindahan serta tantangan yang dilalui ketika berada di sini. 

Agar perjalanan kamu tidak sia-sia, datanglah ke Hidden Canyon ini pada musim kemarau, karena jika kamu datang pada musim penghujan, ketinggian airpun meningkat dan kamu akan sedikit merasa kesulitan saat ngarungi aliran sungai ini. Biasanya saat musim penghujan, sungai ini akan banjir, saat banjir, canyon yang eksotis banyak yang tertutup air. 


Lokasi Hidden Canyon


Hidden Canyon Beji Guwang terletak 15 Kilometer dari Kota Gianyar atau 14 Kilometer dari Kota Denpasar. Untuk mempersingkat waktu, rute tercepat dapat kamu ambil melalui By Pass Ida Bagus Mantra. Ikuti saja jalan By Pass Ida Bagus Mantra hingga kamu sampai di perempatan Desa Ketewel kemudian belok mengarah ke jalan raya Ketewel kemudian ke jalan Raya Guwang. Sesampai di patung garuda kira-kira lagi 750 meter lagi terdapat Pura Dalem dengan area parkir yang cukup luas dan merupakan tempat parkir kendaraan untuk selanjutnya jalan kaki menuju Hidden Canyon Beji Guwang Sukawati.

Jika kamu masih bingung dengan lokasinya, kamu dapat gunakan peta di bawah ini sebagai penunjuk arah menuju ke Hidden Canyon Beji Guwang.




Ajak teman atau kerabat kamu yang lain untuk mengetahui salah satu objek wisata unik Bali dengan share artikel ini kepada mereka, siapa tahu mereka berkeinginan untuk ikut mengunjungi objek wisata ini bersama kamu.